Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, 12 June 2015

Dunia Khayalan

Dunia Khayalan

Duduk diam

mencoba melihat masa depan

tak bisa memang ,tapi bolehkan aku menghayal ?

Tentang keberhasilan memeluk dunia

tentang tawa riang

entah dengan siapa ?

tentang diri yang menangis

yang entah juga karena apa

Hahahaha

Khayalan yang begitu tinggi

ketika hidup masih sendiri

Bangun wahai kawan !

hidup bukan sebuah dunia khayalan

tapi sebuah perang

perang memperebutkan bidadari untuk menemani diri sampai hayat nanti

===========

Bekasi, 11 Juni 2015

Thursday, 9 October 2014

Aku, Mereka

Banyak orang jelas jelas telah melihat kejadian tersebut,  bahkan mereka pasti bisa menjadi saksi yang tak terbantahkan .

Namun sayang mereka bisu setelah kejadian itu .

Mereka menjadi buta setelah kejadian itu .

Mereka lumpuh setelah kejadian itu,  kaki kaku tertahan bak dipaku .

Apa aku yang harus maju ke depan?

Tapi apa aku bisa?

'' Bisa  !'' ku ingin teriak seperti itu,
tapi hanya tertahan di kerongkongan yang kering .

Mulut ini hanya mengucap kalimat lirih  , '' ternyata aku seperti mereka . . . ''

Aku bisu  !

Aku tuli  !

Aku lumpuh  !

Terhadap keadilan yang diperkosa penguasa .

Thursday, 7 November 2013

Ini Salah

Ini salah  ,
ini salah,
ini salah  !

Sudah tahukan kalau itu salah?
Apa malah pura-pura tidak tahu?
Membiarkan diri untuk buta!

Andai kedua kaki salah melangkah, 
bukankah nurani sudah berkata  '' Lo salah goblok!  ''

Mengapa semua berjalan biasa . . .

Thursday, 9 May 2013

Mati Pasti, Mengapa Ditangisi


Turut bersedih bagi yang berduka
banyak tersiar dalam berita
benar ini semua menbuat luka
hati hancur tak terkira
namun diri tak berdaya
dengan takdir yang pasti nyata adanya

Namun jangan terlalu disesali
jangan terlalu ditangisi
kehidupan lain akan mengisi
jangan terlalu berambisi untuk mengetahui
salah siapa ini ?
semua takdir illahi
pasti kita semua sudah mengerti
kematian -kelahiran silih berganti

Hidup bukan hanya sekarang
namun juga tentang yang akan datang
mengapa selalu berpikir hidup yang malang
jika esok ada yang cermelang

Aku bukan orang yang sok optimis
namun selalu berusaha tidak pesimis
mencoba tidak menangis
karena yakin suatu saat jiwa ini akan sampai garis finish
dengan senyum meringis :-)

Aku bukan batu
dengan hidup tanpa air mataku
aku berduka dengan lukamu
bukan dengan jeritan palsu
bukandengan sapu tangan partai menghapus luka tanpa malu
demimengharap suara saat pemilu siapa itu ?
tanya eyang subur dulu (gih)

Hidup memang humor
penuh juga adegan kotor
seperti para pejabat koruptor
seorang pria buka baju hanya berkolor
STOP jangan piktor
itu pria cuma mau molor

Makin ngelantur puisi ini
bukan aku tak tahu diri
cuma ekspresi diri
moga orang lain memahami
cukup sekian dan permisi mau pergi
untuk cari nasi udah laper dari tadi

12 Mei 2012

Wednesday, 27 March 2013

Pembunuh Bayaran

Asap mengepul menari-nari dengan anggunnya di udara sepi.

Aroma menyengat menusuk hidung .

Rasa nikmat nikotin menghipnotis diri .

Rasa tenang akan kenikmatan takpernah hilang .

Sebelum habis kenikmatan , uangsudah keluar beterbangan .

Habis uang untuk racun kenikmatan .

Membayar setiap inchi kenikmatan dengan kematian .

Murah .

Begitu murah nyawamu ?

Kau bayar pembunuh bayaran untuk membunuh dirimu sendiri .

Kenikmatan tak ingin hilang , walau nyawa akan melayang .

Kau bayar pembunuh bayaran untuk membunuh dirimu sendiri .

puisi dari Prayogo Tulus
09 April 2012