Monday, 18 March 2013

Lirik " Butiran Debu" Rumor

namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa untuk selamanya namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat, cintaku berkhianat aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi aku tenggelam dalam lautan luka dalam aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang aku tanpamu butiran debu namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa untuk selamanya namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh menepi menepilah menjauh semua yang terjadi di antara kita ooh aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi aku tenggelam dalam lautan luka dalam aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang aku tanpamu butiran debu (aku terjatuh dan tak bisa bangkitlagi aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu

Sunday, 17 March 2013

Layar Bioskop yang Super Besar

“Bagaimana?” Semua kejadian begitu nyata seakan aku ikut berperan dalam film ini . Terjadi kejar-kejaran antara polisi dunia dengan alien jahat yang mau menguasai bumi .Iiiih aku terkena darah alien , darah hitam pekat itu muncrat keseluruh mukaku . “Bagus -bagus banget filmnya pak Amir ,” ujar Yoga . Budi yang dari tadi bengong melihat tingkah Yoga datang mendekat . Tak lupa Yanti dan Rina yang cukup lama melihat tetesan air hujan yang tak kunjung reda juga ingin tahu tentang kehebohan yang dibuat Yoga . ” Kalian mau nonton film juga ?” tanya Yoga . Semua tertawa mendengar ajakan Yoga . “Hahaha !” ” Ini beneran . Benerkan pak Amir ?”, kata Yoga kepada pak Amir mencari dukungan . ” Benar sekali “, jawab pak Amir,” Tutup mata kalian semua dan bayangkan kalian berada di dalam bioskop dengan layar super besar . Dan terserah kalian film yang akan diputar apa !” Empat anak gelandangan kecil itupun memejamkan mata dan mulai melihat film mereka masing-masing . Pria yang dipanggil pak Amir itu kemudian pergi setelah tak mendengar suara hujan , tangannya meraba -raba sekitar untuk mencari tongkat bambu yang selalu menjadi matanya sejak sepuluh tahun lalu . http://m.kompasiana.com/post/cermin/2013/01/30/layar-bioskop-yang-super-besar/

Friday, 15 March 2013

Aku Terlambat Cinta

” Kamu cantik .” ” Kamu bicara apa , nggak dengar ?” Aku semakin mempercepat laju kendaraanku dan berharap semoga wanita yang kubonceng ini memelukku makin erat dari belakang . Dan ternyata benar diamakin memelukku erat , aku tersenyum . ” Cuma nanya kamu mau nggak nemenin aku makan dulu !” ” Gimana ya ?” Aku menoleh ke belakang untuk melihat apa yang akan dikatakan selanjutnya . ” Ngapain lihatin aku begitu , lihat ke depan ntar nabrak lo !” lanjutnya . ” Jadi mau ?” ” Awas !” Genangan air tak sengaja ku terjang , celanaku kotor . ” Hahaha . Makanya lihat ke depan !” Aku bukannya marah mendengartawanya , aku malah senang . Sudah waktu pulang kantor , di luar langit tampak lebih gelap dari biasanya setelah seharian hujan . Ku lihat Amirra masih sibuk dengan pekerjaannya . Aku mendekatinya , ” Hey waktunya pulang . Mau pulang bareng nggak ?” tanyaku mengagetkannya . ” Kamu Yoga , boleh juga tapi kamu mau nunggu benar kan ?” Aku tersenyum , ‘ apa sih yang tidak buat kamu ‘ tentu kalimat itu tidak aku ucapkan . Aku kembali ke tempat dudukku dan melihatnya menyelesaikan pekerjaannya . Amirra cantik sangat cantik malah , gumamku . Akhirnya Amirra mau juga makanbersamaku tepatnya menemaniku makan karena dia sendiri tak makan . Diet katanya . Aku bingung dengan yang namanya wanita buat apa diet , termasuk Amirra ini . Padahal dia tidak terlalu gemuk walaupun juga tidak seksi bak model iklan di tivi tapi Amirra menawan , menurutku . Sambil melahap makanan yang ku pesan tetap ku tawari dia makan . ” Nggak enakkan makan kalau cuma sendiri ?” ” Nggak enak kok sudah mau habis ! Hahahaha !” ” Hahahaha !” ” Bentar lagikan aku akan dilamar. Jadi aku mau D - I - E - T biar kurusan dikit !” lanjut Amirra . Aku diam sesaat , hatiku bercampur aduk . Jika aku hanya sendiri pasti aku menangis sekencang kencangnya tapi ini ditempat umum apalagi di depan Amirra . ” Kamu mau menikah ?” tanyaku ” Iya !” Aku ingin bertanya banyak hal tapi aku takut malah menbuat hatiku makin sakit . ” Selamat ya . Tapi kok baru bilang sekarang , katanya loe guepren !” lanjutku sambil tersenyum . Sampai di depan rumah Amirra . ” Terima kasih ya sudah mengantarku pulang !” ” Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih kau sudah menemaniku makan . Selamat malam !” ” Malam . Hati hati di jalan !” Amirra masuk ke dalam rumah dan aku hanya mampu melihatnya dengan tangis . Aku terlambat cinta . * foto puntung rokok di dinding kamar mandi tempat gue kerja jatibening pake hape nokia 2730 C . Gitu min jgn di harus lagi yeeeee :-) http://m.kompasiana.com/post/cermin/2013/01/10/aku-terlambat-cinta/

Aku Bukan Perawan Tua

” Usiamu sudah tiga puluh lima tahun Ratih !”
” Mama . Maksud mama apa ?”
” Kau pasti sudah tahu maksud mama apa . Mama ingin kau segera menikah tak lebih !”
” Ratih menikah ? Mama tahu sendiri sekarang Ratih tidak punya teman pria apalagi calon suami . Lagi pula Ratih masing senang hidup sendiri , biar semua orang menyebutku dengan sebutan yang mereka kira !”
” Perawan tua maksudmu, Ratih ? Kalau kamu bisa terima tidak dengan mama . Kau sering tidak di rumah terlalu sibuk dengan pekerjaanmu tapi mama selalu di rumah , mama terlalu sering mendengar tetangga menyebutmu sebagai perawan tua hati mama sakitt . !”

Dengan berlinang air mata wanita itu mencoba membujuk anaknya untuk segera menikah .
” Kau tega melihat mama terus bersedih !” lanjutnya .
Ratih mendekat . Mencoba menenangkan mamanya , dipeluknya wanita yang telah melahirkannya itu .

” Mama maafkan Ratih . Sebenarnya aku tidak seperti yang mereka pikir , aku bukan seorang perawan tua “, bisik Ratih di telinga mamanya .
Mama Ratih perlahan tersenyum bahagia setelah mendengar perkataan Ratih .
” Kau akan menikah ? Siapa calonsuamimu ? Kapan kalian kenal ?”
Puluhan pertanyaan terlontar darimulut wanita yang baru saja menangis itu .
” Bukan itu ma , mama salah paham !”
” Maksudnya ?”
” Orang orang yang bilang kalau Ratih perawan tua adalah salah besar !”
” Jadi benarkan kau akan menikah ?”
” Salah !”
” Lalu ?” tanya mama Ratih makinpenasaran .
” Ratih sudah kehilangan keperawanan sejak berumur duapuluh lima tahun ma , jadi sekarang mana mungkin Ratih menjadi perawan tua !”

” Tapi kamukan belum menikah bukan ?”
” Belumlah . Tapi Ratih bukan perawan lagi . Jadi aku sendiri bingung kalau aku berada dalam situasi begini disebut apa !”
” Mama juga gak tahu . Mending kau makan dulu sanah ada mie ayam spesial di belakang !”

http://m.kompasiana.com/post/cermin/2013/01/05/aku-bukan-perawan-tua-/

Perempuan Paling Seksi

" Lama aku memikirkannya , menurut ibu bagaimana ?"
" Oalah anak lanang ibu kok jadi memplem kaya gini. Tunjukkan kalau kau seorang lelaki !"
" Ibu malah ngawur jawabnya ." kata Yoga yang kemudian memeluk ibunya yang asik menyruput teh pahitnya ." Walau aku sudah menjadi pria dewasa tapi aku masih seorang anak dari wanita cantik ini !" lanjutnya .
" Kamu beraninya gombalin ibumu sendiri , sama perempuan yang ditaksir malah memplem . Ratih , namanya Ratihkan ? Jika kau benar -benar cinta dia mengapa tidak !"

Masih tersirat keraguan di wajah Yoga walaupun sudah mendapatkan dukungan moril dari ibunya . Yoga memandang dalam -dalam wajah perempuan yang telah melahirkannya dua puluh tujuh tahun lalu yang kini duduk disampingnya .

" Kau ragu . Takut ?" tanya perempuan tua itu dan tersenyumlembut . " Ratih seorang janda dan ibumu ini tak memperdulikanstatusnya kini , ibu percaya kamu!"

Yoga tersenyum setelah mendengar perkataan ibunya .
" Ibumu ini juga janda loh. Jika ada yang mau melamar ibu, mengapa tidak !" katanya lagi .
" Ibu tidak bisa . Sekarang anak lelakimu ini yang mau menikah !" kata Yoga yang kembali memeluk ibunya .
" Tapi ibumu ini masih laku , tubuh ibu masih seksi !"
" Ibu memang perempuan paling seksi tapi setelah. . . . . R r r r r atih!"

Sinar mentari sore makin redup . Ibu dan anak itu kemudian masukke dalam rumah kecilnya .

http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2013/02/05/2/531137/perempuan-paling-seksi.html

Tuesday, 12 March 2013

Cara menbuat bawang goreng

Masakan Indonesia tak akan lengkap tanpa adanya taburan bawang goreng di atasnya, selain menambah aroma dan rasanya semakin gurih tapi juga menbuat tampilan masakan yang Anda buat menjadi lebih menarik . Itu lah bawang goreng , siapa yang tidak suka ? Tapi acap kali kita dibuat kecewa jika kita membeli bawang goreng yang sudah jadi . Bisa jadi bawang goreng tsb berbau tengik maupun tidak seratus persen dari bawang merah murni karena bisa jadi ditambah berbagai macam bahan yang tidak kita tahu , ataupun ditambah bahan pengawet jaman sekarang apa sih makanan yang tidak berbahan pengawet ? Oleh karena itu tak ada salahnya untuk menbuat bawang goreng sendiri walaupun menbuat agak repot tapi bisa berhemat cukup banyak . Cara menbuat bawang goreng. Bahan : Bawang merah iris , bisa diiris sendiri maupun beli bawang merah iris di pasar tradisional . Minyak goreng . Garam . Cara menbuat 1. Rendam irisan bawang diair yang sudah diberi garam sekitar 30 menit , tiriskan . 2. Panaskan minyak goreng kemudian masukan irisan bawang , sesekali diaduk agar matangnya merata . 3. Saat bawang sudah berwarna agak kuning keemasan angkat dan tiriskan , jangan menunggu sampai benar -benar kuning keemasan kalau diangkat saat itu bawang akan gosong sebab bawang nya masih mengandung minyak panas otomatis masih terjadi proses pematangan walau sudah diangkat . 4. Tiriskan bawang goreng dengan tissue makan , jangan mengunakan koran bekas selain belum tentu higienis tapi juga koran mengandung tinta yang mungkin bisa menempel dibawang goreng tsb . 5. Setelah benar- benar dingin simpan bawang goreng di toples tertutup . Bawang goreng bisa digunakan sewaktu -waktu Anda menggunakannya . Semoga bermanfaat .

iseng

Tuhan Izinkan Aku Mau memakai istilah cinta aku memang sangat mencintaimu namun aku sendiri sudah tahu persis hidup bukan hanya sekedar cinta butuh lebih dari itu semua . Pertama aku mengenalmu sudah ada getaran tak menentu di hati ini , namun aku takut untuk memulai dan malah kau yang memulai dulu aku hanya sebagai pihak yang pasif , hanya selalu menerima cinta -cintamu dan membiarkan diriku untuk diam , itu semua sudah cukup menurutmu . Namun kini aku semakin sadar diriku akan semakin menbuat lebih dalam lubang kesakitan dalam dirimu , aku takut kau terluka dengan diamku . Bodoh ? Memang bodoh diri ini ketika membiarkanmu sendiri kini dan nanti . Kau tahu tentang isi hatiku bukan ? Tapi diriku hanya diam , kau pasti terluka walau tak terlihat oleh mata ini . Ingat akan masa lalu dengan dua pilihan yang ada seperti sekarang . Aku memilih pergi , itu lebih baik untuknya aku berpikir demikian . Tentang pendapatnya ? aku harus menutup telinga . ” Ini tentang hidupku bukan dirinya !” Tuhan , seakan ini waktu yang tepat untuk memberi kesempatan bagiku untuk menangis . Bukan karena pilihanku yang salah namun memang kini sudah waktunya aku harus pergi . A