Showing posts with label cermin. Show all posts
Showing posts with label cermin. Show all posts

Friday, 10 April 2020

Mengerti

Ada kalanya aku berpikir selalu mengerti semuanya . Dia suka makanan ini , makanan itu dan tidak suka yang seperti ini atau itu. Aku sombong ternyata ? Beranggapan aku mengerti dia, paham semua tentang dia . 

Kalau dia marah aku harus melakukan ini dan dia akan memaafkanku kemudia , tetapi tidak semua itu ternyata . Kalau ada masalah yang sama tapi penyelesaian pasti berbeda , aku bingung di buatnya . 

Sejak awal aku sudah dipihak yang salah , dan aku tahu betul itu . Semua sikapku kepadanya acap kali membuatnya marah , ngambek bahkan kadang menangis . Dia memukulku . Sakit . Tapi aku tahu hatinya lebih sakit dibanding sakitnya aku yang dipukulnya. 

Tiap saat dia marah dan sedih , aku pasti berkata maafkan mas sayang . Setiap saat seperti itu , dia bosen akhirnya. 
Bosen dengan keadaan ini , yang aku selalu salah dimatanya . 

Aku benar cinta dia , walau aku sendiri tak tahu arti  cinta itu  . Yang kurasa saat dia menangis atau marah kepadaku , hatiku berasa sakit ...itu cinta bukan ?

Ingin rasanya membuatnya terlalu tersenyum bahagia .

Aku banyak kurang dan merasa mengerti dia , dan aku salah besar . 
Masih banyak yang belum ku tahu soal dia ...banyak banget .

Aku mencintaimu sayang . 

Thursday, 5 February 2015

Ajeng

Langkahnya terhenti,  diam beberapa detik . Waktu terus berlalu terbawa angin tapi diabaikannya .

Ujung hijab hijau yang dikenakannya menari -nari seirama hembusan angin sore bak rambut hitam panjang putri di negri dongeng,  terlihat sama tapi nyata beda .

'' Ajeng . . . ''

Ajeng  diam

Sunday, 21 September 2014

Widya

Hujan pertama bulan ini,  tak terlalu lama tapi cukup menciptakan aroma khas harum tanah . Debu debu kotor yang selalu ringan ditiup angin kini hilang,  berubah menjadi lumpur lengket seperti adonan roti coklat .

Widya, seorang gadis   bertelanjang kaki asyik bermain genangan air . Tak dihiraukan lumpur kotor itu telah membuat noda -noda pada rok panjangnya .

'' Hujan hujan  kenapa kau berhenti?  ''
Widya menatap langit menunggu apa jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan .

Langit diam .

Widya bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama .
'' Hujan hujan  kenapa kau berhenti  ?''

Langit tak menjawab . Dan bagaimana langit menjawab?

terbesit akan pesan nenek sepuluh tahun yang lalu .

'' Widya sekarang ayah dan bundamu sudah ada di surga jadi kamu nanti akan tinggal bersama nenek,  setiap malam nenek akan selalu mendongeng untuk menemanimu tidurmu. Kau maukan?  ''

'' Surga , memang surga ada dimana? Widya kok di tinggal sendiri . ''

''Surga itu ada jauh di langit,  nanti
ayah bundamu akan mengirimkan uang yang banyak . Widya bisa membeli baju baju bagus,  mainan,  boneka yang kau inginkan . ''

Widya menangis . Semakin kencang .

'' Aku ga mau itu semua,  aku ingin bersama ayah dan bunda!  ''

'' Jangan menangis Widya,  nanti ayah bundamu malah semakin lama meninggalkanmu  , jangan buat mereka bersedih di surga . ''

''Aku akan terus menangis karena setiap aku menangis pasti bunda akan datang!  ''

Pertahanan nenek goyah, bulir bulir air mengalir deras dari sela mata nenek  , '' ada nenek yang akan menjagamu Widya . '' Nenek memeluk erat Widya .

Gemuruh halilintar saling menyahut,  langit gelap . Beberapa saat kemudian hujan turun lebat seakan langit menemani tangis mereka .

---

Tampak di langit luas garis melengkung berwarna warni seperti tersenyum mendengar pertanyaan pertanyaan Widya .
Bibir Widya mengembang,  sayup sayup terdengar suara lirih entah dari mana .
'' Ayah bunda baik baik saja di surga . ''

Wednesday, 17 September 2014

Kata Mawar

'' Kaya gini lagi  !'' Mawar ngedumel .
TV  hitam putih 14 inch di depan Mawar kena semprotan maut dari bibir seksi gadis 18 tahun itu .

'' Ganti chanel aja War,  ngapain lihat berita segala . Isinya cuman orang miskin yang makin miskin dan orang kaya makin kaya . Mending nonton sinetron,  walaupun ceritanya gak rasional tapi memang dunia ini tidak rasionalkan  ?''

'' Sinetron  ?  Malah bikin mual lihat sinetron Indonesia mak,  mau muntah aja!  ''

'' Mawar  ! kamu hamil  ? ''

''Hahaha  . . . '' , Mawar tertawa lepas mendengar praduga emaknya,  seorang wanita paruh baya yang tak pernah mengenyam pendidikan,   ' hari ini bisa makan sudah cukup' itu slogan hidupnya .
'' Emak kebanyakan nonton sinetron jadi pikirannya kemana mana,  mana mungkin Mawar hamil . ''

'' Soal mual mual tadi  ? ''

'' Itu sih cuma bercanda aja mak  , cuma wujud kekesalan sama  acara televisi Indonesia ini . ''

~~~

'' Mak,  Mawar boleh tanya  ? ''

'' Wuiiih kayanya nada nada intonasinya mirip  cerita <a href="http://m.kompasiana.com/post/read/586169/2/ketika-paijo-menangis.html">Paijo</a> ? ''

'' Agak mirip sih,  tapi beda  . Mau nanya yang ngasih nama mawar ke Mawar siapa  ? ''

'' Benerkan mirip si <a href="http://m.kompasiana.com/post/read/586169/2/ketika-paijo-menangis.html">Paijo</a> '' , balas emak,  '' Ya almarhum bapakmu yang ngasih nama .  Wajahmu kan cantik mirip mawar  . ''

'' Tapi kok nasib mawar mawar yang malah tragis?  ''

'' Maksudmu  ? ''

'' Itu lo cerita gadis gadis yang di berita tadi siang namanya pasti Mawar,  jadi korban pemerkosaanlah,  jadi pelaku psklah,  jadi anulah yang penting nama Mawar terkesan negatif gitu?  ''

'' Jadi  ? '' emak bertanya .

'' Mawar boleh ganti nama?  ''

'' Memang mau ganti jadi siapa  ? ''

'' Koruptorwati  mak,  Mawar sering lihat di berita kalau yang namanya koruptor pasti tampak bahagia saat di wawancara mirip artis yang promoin filmnya . Mawarkan cewek jadi ditambah wati biar  ''sesuatu'' . ''

'' Koruptorwati  ? Boleh juga emak juga sering lihat mereka tersenyum bahagia saat masuk TV . ''

Sunday, 6 October 2013

Dewi Pusing

Bagaimana ? ”
” Entah bu , tapi perasaan Dewi belum
sreg sama mas Joko . ”
” Nanti soal keputusanmu adalah
keputusan ibu juga, karena toh kamu
sing nglakoni kamu yang mau menikah .Ibu cuma mau bilang ini sudah ketiga
kali ada pria melamarmu . ”
” Dewi tahu bu . Dewi masuk ke kamar
dulu, sudah ngantuk .”

Dewi berdiri kemudian melangkahkan
kakinya menuju ke kamar meninggalkan
ibunya yang masih duduk -duduk di
beranda depan .

Wanita tua itu hanya sebentar melihat
punggung putrinya yang beranjak pergi
dalam hati dia berkata ‘ pundakmu
seakan membawa beban berat nak ‘.
Andai bapakmu masih ada, kau tak perlu
untuk memikirkan semuanya tentang
ibu , tentang adik -adikmu hingga kamu
seakan melupakan tentang kebutuhan
untuk dirimu sendiri .

Dewi merebahkan tubuhnya mencoba
melepaskan sejenak beban di
pundaknya . Namun matanya tak
kunjung tuk terpejam, hingga ibunya
masuk ke kamarnya dia pura-pura
tidur .
” Dew .. kau sudah tidur? ”
Dewi masih meneruskan ‘tidur’nya .
Ibu mencoba mengelus rambut putrinya
namun tak jadi takut membuatnya
terjaga .
” Kau pasti lelah Dewi , lepaskan
bebanmu, ” kata Ibu pelan.

Ibu hendak keluar kamar , namun Dewi
kemudian berkata, ” Ibu mau gak tidur
bareng Dewi ? ”
Ibu tersenyum, datang mendekat
kemudian merebahkan diri di samping
putrinya .
” Kau belum tidur? Kenapa tadi tak
menjawab pertanyaan ibu. ”
Dewi hanya mencoba tersenyum .
” Cerita ke ibu, pasti ibu dengar . ”
” Dewi . . . ”
” Kau tak suka Joko? ”
Dewi hanya diam .
” Kau menerima Joko? ” lanjut ibu .
” Apa Dewi boleh? ”
” Dewi . . . ” Ibu mengelus rambut
anaknya , ” seperti kata ibu tadi, ibu
pasti mendukungmu . ”
” Terima kasih bu . ”
” Ibu tahu kau pasti memilih pilihan
yang tepat Joko pria yang baik dan kau
cocok dengan nya . Andai tadi nak Joko
melamar ibu pasti langsung ibu terima
”, kata ibu yang kemudian tertawa .
” Ibu kok gitu ”, rengek Dewi .

Suasana mulai hangat .
” Tapi . . ? ” lanjut Dewi .
” Adik -adik mu biar ibu yang ngurus
sendiri ,ibu masih sanggup lagian Iwan
sudah hampir selesai kuliah . ”

Thursday, 3 October 2013

punya pak agus memang gede

"Ah masa? "
"Beneran . Punya pak Agus memang gede! "

*

Aku jadi merasa penasaran setelah mendengar lebih tepatnya tidak sengaja mendengar perbincangan antara   isteriku,  Yanti dan bu  Irma,seorang  janda yang masih mempunyai tubuh seksi walaupun sudah mempunyai dua buntut .

Pagi tadi seperti biasa aku  membaca koran sambil minum kopi pahit buatan istri tercinta . Kami baru sebulan menikah dan tinggal di rumah kami ini belum ada seminggu  , alhasil kami belum banyak kenal karakter tetangga sekitar .
Yanti sedang menyapu halaman depan rumah yang tak terlalu besar,  namun dapat dipastikan sampah dedaunan banyak karena di samping rumah ada pohon mangga yang besar yang mana saat musim kemarau seperti sekarang daun-daun pada rontok .

Nah kalian pada ngerti kan tetangga pemilik pohon mangga siapa? 
Bener!  Bu Irma si janda seksi .

Setelah selesai mengerjakan tugas,  baca koran maksudnya aku mau masuk ke dalam untuk mandi . Tapi tunggu dulu!  Ternyata bu Irma juga sedang menyapu halaman rumahnya.

Pasti kalian kira aku akan menunda untuk masuk ke rumah?  Dan pura -pura melanjutkan membaca korannya agar bisa lihat -lihat Irma si janda seksi .

Hehehe,  aku tak sebodoh itu!

" Sayang,  isteriku ", ku panggil isteriku  , " nasi goreng  aku mau sarapan nasi goreng spesial buatanmu ."
Isteriku hanya tersenyum .
'' Ku selesaikan menyapu dulu ya?  tinggal sedikit  .''

Ku letakkan koran dan aku mendekat ke isteriku . "Biar aku saja  '', sapunya aku ambil dari tangan Yanti,  '' kamu masak nasi goreng aja .''
'' Baiklah . Nyapunya yang bersih lo  , '' jawabnya tanpa curiga.

Hehehe .

''Pagi bu Irma  ''.
'' Pagi juga pak,  ibunya mana kok malah bapak yang menyapu?  ''
'' Kebetulan Yanti lagi masak bu,  ini nyapu buat gerakin badan lama gak olah raga . ''

Lebih deket lebih nyata . Dari pada lihat bu Irma si janda seksi dari jauh mending yang deket dong biar jelas sejelasnya.

Ops,  ternyata cuma khayalan saja .

''Mas sudah siang! '' kata Yanti yang masih menyapu .
'' Ya sayang  '' . Moga isteriku gak sadar kalau aku barusan melamun .

Selesai mandi aku kedepan rumah lagi dan ternyata Yanti malah mengobrol dengan bu Irma,  dan saat itu aku mendengarnya .

'' Ah masa?  '' kata Yanti .
'' Beneran . Punya pak Agus memang gede  '' , jawab bu Irma .

Yanti melihatku dan kemudian menghentikan obrolannya .

Yanti mendekat,  '' sarapan nasi goreng aja ya mas. ''
'' Boleh  '' , jawabku.

Beberapa saat kemudian nasi goreng spesial sudah terhidang di atas meja . Kami sarapan berdua .
'' Enak,  mak nyus nasi goreng isteriku pasti enak  '', pujiku . '' Mirip nasi gorengnya Iga Bakar Rakyat di Jatibening bedanya gak pakai iga hehehe!  ''
'' Memang istri siapa dulu yang masak!  ''
'' Aduh kalau itu mas gak tahu . Yang mas tahu pasti istri itu mempunyai suami yang super ganteng . ''
'' Mas gitu deh,  sama diri sendiri narsis!  ''
'' Hehehe .''

Aku masih penasaran dengan perbincangan bu Irma denga Yanti tadi .
'' Kamu bicara apa dengan bu Irma?  ''
'' Biasa obrolan para ibu . ''
'' Ya apa itu?  '' tanyaku makin penasaran .
'' Itu lo soal mangga. ''
'' Mangga?  ''
''  Itu pohon mangga pak RT  01 berbuah banyak dan gede -gede . ''
'' Pak RT 01 ?  Pak Agus maksudnya . . '' Iya,  memang ketua RT 01 siapa lagi?  kata isteriku .
'' Gede gede . Hahaha  ''. Aku tertawa terbahak -bahak .
Isteriku bengong tapi kemudian ikutan tertawa juga .

Intinya tertawa itu bisa menular . Dan pikiran ngeres  bisa menular juga .

Monday, 2 September 2013

maaf kakek

''Ternyata mama yang salah  , mama kurang bisa untuk mendidik kamu . Mama kecewa kamu bersikap seperti itu kepada kakekmu sendiri. ''
<p>
''Maksud mama apa  ? Andi cuma mengungkapkan pendapat Andi saja . Biarkan saja kakek tinggal dengan tante di kampung kenapa harus tinggal di sini segala . Kalaupun tante sekarang sudah tak sanggup mengurus kakek,  masukkan saja kakek ke panti jompo . ''
<p>
''Mama kecewa dengan sikapmu Andi . Ini waktu mama untuk berbakti kepada orang tua mama,  kakekmu!  ''
<p>
''Bukan maksud Andi begitu,  tapi . . . ''
<p>
''Tapi apa Andi? ''
<p>
''Mama tak mengerti Andi!  Terserah mama mau melakukan apa! ''
<p> <p>
Hari itu pun tiba,  kakek datang ke rumah kami . . . .BERSAMBUNG,  TAPI GA TAU KAPAN NGLANJUTIN

Thursday, 22 August 2013

ketika paijo menangis


" Mak emak . . . ! ''
'' Mengapa menangis Paijo? sini duduk disamping emak terus cerita mengapa kau menangis? ''
'' Anu mak, anu . . . ''

Paijo masih sesenggukan menahan agar air matanya tak keluar, Emak hanya tersenyum melihat tingkah polah anaknya ini . Dibelainya rambut ikal Paijo, '' cerita kepada emak, ada apa? ''

'' Emak? ''
'' Iya.''
'' Paijo boleh tanya sesuatu? ''
'' Semua boleh, apa saja boleh . Kalau emak tahu jawabannya pasti emak jawab. ''

Senyum Paijo mengembang, dia tak menangis lagi .

'' Mak kenapa namaku Paijo, padahal nama teman teman sebayaku di kampung ini pada bagus, ada Alex, Arnold, Husain, Andy dan lainnya namaku sendiri yang terdengar jelek ''paijo'' kampungan
banget! ''
'' Hanya karena itu Paijo? ''
Paijo hanya tersenyum, gmmmmm . . .
'' Kamu malu dengan namamu, emak tak abis pikir kenapa kamu bisa begini? ''
'' Memang kenapa emak? ''
'' Emak bingung kamu kok baru malu sekarang padahal nama paijo sudah melekat di kamu dua puluh tujuh tahun lalu . ''
'' Anu mak, Paijo naksir cewek .! ''

Friday, 5 July 2013

Tom Cruise dari Hongkong

" Ayo pergi !" ajak Andy sambil menarik lenganku . Sedang pandanganku masih tertuju ke gadis cantik berbaju kuning duduk -duduk di halte bis sambil sesekali melihat handphonenya .
" Cantik banget tuh cewek , ayo gue anter loe !"
" Gue malu Tomm !"

Setelah lumayan agak jauh dari halte bis tempat gadis berbaju kuning tadi , aku dan Andy duduk sambil melanjutkan obrolan yang tertunda .
" Kita udah nyampe sini , knapa gak sekalian disamperin tuh cewek ?"
" Kan dah gue bilang dia terlalu cantik gue jadi minder . Gue kira dari suara saat teleponan mukanya biasa aja dan ternyata dia punya wajah bidadari !"
" Jadi saat insiden "telepon nyasar" loe beneran belum pernah lihat wajahnya ?"
" Bener . Walau fotonya saja gue blom tahu , makanya kita janjian untuk ketemuan dan akhirnya loe tahu sendiri endingnya kaya apaan. "
" Nyadar diri juga loe . Hahaha !"
" Dari pada ntar kagak jadi ama tuh cewek . Biarlah gue menjadi kenangan yang terindah bagi dirinya , gue bilangkan muka gue beda tipis sama Tom Cruise ."
" Tom Cruise dari Hongkong !"

Kami tertawa terbahak -bahak bahkan pengguna jalan yang lain sempat berhenti untuk melihat kami , mirip orang gila kale . . .

Wednesday, 12 June 2013

Aku masih mencintaimu

Semua yang dialami dalam hidup begitu ajaib , kejadian tak terduga sering muncul dan aku mengabaikannya karena terlalu sering terjadi .

"Dihitung sejak terakhir kita bertemu sudah tiga tahun bukan ?"
"Benar. Tiga tahun yang lama . Istrimu bagaimana kabarnya , maaf waktu pernikahan kalian aku tak sempat datang ."

Awan gelap menutupi langit , ribuan jarum air melesat ke daratan bagai anak panah yang meluncur dari busurnya , begitu cepat .
" Gerimis !" kataku .
Ku pegang tangan wanita di depanku , dia diam saja tangannya ku pegang ku berpikir apa dia masih mencintaiku ? " Ayo cepat nanti basah semua !" lanjutku sambil tersenyum senang . Aku mengingat waktu dulu ketika kami masih sebagai kekasih , kami kehujanan setelah nonton film di bioskop . Kami tertawa bersama begitu bahagia walau baju kami jadi basah oleh hujan .

" Aku harus pergi ", kata Amirra . Bayangan masa lalu kami langsung buyar , menghilang dari kepalaku .

Amirra kemudian melepas genggaman tanganku . " Aku harus pergi !" katanya lagi .
" Kenapa ?"

" Mama . . . Mama !" teriak gadis kecil yang berada digendongan seorang pria .

" Mereka keluargaku Yoga , anak dan suamiku . Aku harus pergi !"

Hujan semakin deras dan aku hanya terdiam melihat Amirra pergi dengan anak dan suaminya . " Terlambatkah aku ? Aku tak jadi menikah Amirra ,aku selalu mencintaimu !"

Tuesday, 28 May 2013

Ibu mertua suka mencuci celana kotor menantunya

Ternyata cuma tiga bulan saja kalau dihitung tapi rasanya seperti tiga tahun . Selama tiga bulan terakhir ini aku dan istriku yang mengandung tua tinggal di rumah mertua . Sebelumnya kami tinggal di kontrakan kecil dengan biaya sewa Rp 500.000 per bulan dikarena istriku sedang mengandung dan ini merupakan cucu pertama dari pihak mertua , mereka ingin kami untuk tinggal saja bersama mereka .

Saat mendengar usul mertua aku sempat menolak dengan halus , coba bayangkan aku yang sebagai pria mana mungkin tinggal bersama mertua ? Berbagai alasan diutarakan oleh mereka ingin menjaga istrikulah , takut ini itu terhadap calon cucu mereka . Karena tak mau memperdebatkan masalah yang sebenarnya bukan masalah ini akhirnya kami tinggal di rumah orang tua istri , mertuaku .

Orang banyak bilang , mertua adalah orang tua juga karena merekalah yang melahirkan , mendidik istri kita . Namun kenyataanya tidak semudah itu banyak hal yang tidak mungkin diceritakan kepada mereka ada rasa sungkan pasti .

Tiga bulan ini begitu panjang rasanya . Dari pertama kami tinggal di rumah mertua aku sudah bilang sama istriku setelah istriku melahirkan dan mampu mengurusnya sendiri kami akan pindah , kembali untuk kontrak rumah saja .

Malam pertama aku, istri dan keluarga baru kami , putri cantik kami hidup sebagai keluarga mandiri lagi tanpa campur tangan orang lain . Terasa bebas memang .

" Akhirnya kita bisa tinggal sendiri lagi ," kataku membuka pembicaraan .
" Mas ini aneh , apa selama ini tinggal di rumah orang tuaku seperti tinggal di penjara ?"
" Penjara mendingan dik , orang tuamu terlalu baik sampai aku bingung mau melakukan apa . Mau ini itu jadi ngak enak !"
"Masa ?"
" Saat kamu hamil gede itu , masa aku mau mencuci pakaianku sendiri tak boleh . Ibu mertua malah yang mencucinya walau aku sebenarnya senang karena dibantu tapi tetep ngerasa gimana gitu !"
" Jangan khawatir mas , ibu memang suka mencuci pakaian mas kok . Suka banget !"
" Maksudmu ? "
" Ibu kalau mencuci baju pasti bersih termasuk kalau ada uang yang nyelip tertinggal di saku celananya , semua pasti bersih .!"
" Pantesan dik . Ibu mertua kok suka mencuci pakaian menantunya , dapat bayarannya langsung !"

Sunday, 12 May 2013

Oh Yes Oh No

Akhirnya selesai juga pernikahan Anita dan Alas , pernikahan yang sederhana tidak terlalu banyak orang yang hadir hanya beberapa tetangga dan sanak keluarga dari Anita , mungkin sekitar dua puluhan orang saja . Hanya pernikahan sederhana tak ada pesta untuk merayakannya karena memang ini pernikahan bukan sekedar pernikahan ini pernikahan penutup aib ?

Alas seorang pria yang menikahi Anita bukan pria yang dicintai Anita namun dia adalah malaikat penolong baginya . Sempat Anita berniat menolak ajakan Alas untuk menikah bukan apa -apa memang karena Anita merasa takpantas untuk mendampingi Alas di pelaminan , dia sudah kotor dan tak mungkin suci kembali . Alas memaksa dan dia sudah lama menaruh hati kepadanya. Lagi pula orang tua Anita merasa pernikahan ini adalah jalan yang terbaik .

” Anita terima saja nak Alas , dia tulus untuk menikahimu lagi pulajanin diperutmu jika lahir mau nanti diberi sebutan anak haram .Bapak ibu mungkin bisa terima dan kau juga namun kalau anakmu sudah mengerti mana mungkin dia sanggup . Ini perintah bapak kamu mau menikahi Alas atau janinmu digugurkan saja !”

#

Tak seperti biasa Anita pulang kerja sampai larut malam begini pekerjaanya tak bisa ditinggalkanbarang untuk esok hari . Jalan sudah agak sepi walau sesekali ada juga kendaraan lewat dengan setia Anita menunggu di pinggir jalan semoga segera ada angkutan lewat .

Angkot merah melintas dan Anitasegera menyetopnya , walau angkot merah itu bukan jurusan ke rumah Anita dia naik saja nanti di perempatan dekat komplek rumahnya Anita akan turun , lebih kurang setengah jam berjalan sudah sampai rumah pikirnya .

Sudah sampai perempatan komplek , Anita turun dan menyodorkan uang lima ribu rupiah dia tak menunggu kembalian karena biasanya cukup dengan tiga ribu saja namun pikir Anita pasti angkot malam begini jarang penumpangnamun mereka setia untuk tetap menarik angkot .
” Kembaliannya ambil aja bang !”
” Terima kasih neng !” jawab sopir angkot itu dengan girang .

Berjalan sendiri di malam buta begini terkadang menbuat hati Anita tak tenang apalagi penerangannya hanya ala kadarnya . Anita kemudian bersenandung lagu iwak peyek untuk mengusir rasa takutnya . Sepasang mata liar mengawasi Anita dan dia tak menyadarinya hingga di jalanan yang tanpa penerangan sama sekali Anita dipeluk dari belakang Anita meronta dan mencoba teriak namun tak bisa kekuatannya kalah jauh , Anita ketakutan hingga suaranya tak keluar sama sekali padahal lagu iwak peyek yang dia senandungkam belum selesai baru sampai reff saja .

Ternyata yang memeluknya seorang pria dan pasti pembaca tahu sendiri akhirnyakan ? Kesucian Anita dirampas sebelumAnita berkata oh yes oh no pria misterius itu sudah pergi . Anita terkulai lemas dia tak sempat melihat siapa yang telah merampas kesuciannya itu hanyatampak sekilas gambar tato emping di pundak kanan pria itu saat Anita meringis gambar tato emping itu memantulkan sinarnya oleh cahaya giginya.

Anita kembali kerumah kemudiandan tak seorang pun tahu akan hal itu hingga tiga bulan berlalu Anita menampakkan kehamilannya orang tuanya kaget bercampur gembira dan sedih . Kaget karena Anita sudah hamil tiga bulan , gembira karenamereka akan mempunyai cucu kebetulan orang tua Anita sudah ngebet ingin menimang cucu dansedih karena tak jelas siapa ayah cucunya kelak dan pasti hal itu akan menjadi cemoohan tetangga .

Pernikahan telah terjadi dan kini pria yang duduk disampingnya telah sah menjadi suaminya . Pria yang kelak akan menjadi ayah bagi janin yang dikandungnya . Kedua mempelai malu -malu untuk malam pertama karena masih banyak orang di luar sambil menunggu prosesi sakral itu mereka tiduran dan mereka malah tidur sampai pagi .

Esok paginya .Alas selesai mandi dan tampak tato emping di pundak kanannya dan Anita berteriak histeris kegirangan ternyata pria yang dinikahi ini adalah pria yang pergi begitu saja sebelum dirinya berkata oh yes oh no .

” Ternyata malam itu adalah kau!”
” Akhirnya kau tahu juga , aku menyesal dan sekarang aku sudah tanggung jawab bukan ?”
” Benar juga sih . Tapi ngomong -ngomong kenapa kamu langsung pergi setelah merampas kesucianku ?”
” Saat itu aku kan sedang mabuk dan aku mendengar suara emak ,
” Alas pulang ! makan dulu sanah ada mie ayam spesial !!”

Dalam hati Anita bersyukur diumur kepala empat dia bisa menikah dengan Alas yang pantas disebutnya sebagai adik.

21sept.2012,kompasiana ~ > http://m.kompasiana.com/post/cermin/2012/09/21/oh-yes-oh-no/

Rumput Liar

” Kau kapan kembali Yoga ?”
Yoga yang dari tadi melamun menjadi salah tingkah , tak disadarinya kehadiran seorang wanita yang kini telah duduk di sampingnya . Wanita yang dulu pernah menjadi tambatan hatinya .

” Kau Asri , kapan datang ?”
Asri tersenyum dan Yoga terperangkap dalam senyum Asri, matanya tak rela walau sekedar berkedip untuk terlepas dari paras cantik bidadari dunia ini .

” Kenapa kau balik tanya kapan datang , bukannya kau yang harus jawab dulu . Kau kan yang lima tahun pergi tanpa kabar sama sekali , termasuk kedatanganmu sekarang . Kau sudah jadi orang berhasil jadi lupa denganku !”

Yoga tersadar , pandangannya tertuju ke depan dimana ada taman dengan bunga berwarna -warni hasil tangan dingin ibunyayang suka sekali dengan bunga .
” Kau lihat bunga itu ?” kata Yoga.
” Bunga yang indah , tante Murni selalu merawat bunga -bunga itu menyirami tiap pagi , mencabut rumput liar dan memberi pupuk agar lebih subur . Aku selalu senang melihat beliau melakukannya , begitu nyaman rasanya !”

” Ibuku memang suka bunga , apalagi ketika ayahku meninggal beliau lebih sering berkebun mengurus bunga -bunganya dibanding bersedih atas meninggalnya ayah !”

Asri menganguk pertanda mengerti walaupun Asri menunggu jawaban Yoga atas pertanyaannya .
” Kau seperti bunga itu Asri !”
” Maksudmu ?”
” Kau cantik dan rumput liar disekitarnya harus bersih agar kecantikkannya lebih terlihat . Dan aku menurut orang tuamu adalah seperti rumput liar yang harus dienyahkan dari sekitar bunga -bunga indah itu !”

8oktober2012,kompasiana

http://m.kompasiana.com/post/cermin/2012/10/08/rumput-liar/

Wednesday, 1 May 2013

Tak Ada Dusta di Antara Kita

” Karti kamu benerkan mau nikah sama Arif , dia orangnya baik , sholeh dan sudah punya kerjaan gak nyesel kamu nurut sama pilihan ibu !”

” Terserah kata ibu , Karti nurut aja tapi setelah kami beneran nikah dan ndak cocok terus bercerai jangan salahin Karti . Karti cuma menurut apa kata ibu walau Karti gak cinta sama mas Arif !”

” Anakku yang satu ini jangan bicara soal cerai pamali tahu , nikah saja belum bicara soal cerai segala . Bicara soal cinta nanti ya tumbuh sendiri coba lihat bapak sama ibumu nikah gak berdasarkan cinta namun bisa lahir kamu dan sekarang ibu tetap gak nikah lagi walau bapakmu dah lama mati dan kehidupan kita selalu kekurangan !”

” Terserah kata ibulah sudah cape , aku pasti kalah kalau berdebat sama ibu , sebentar - sebentar bicara soal bapak yang sudah meninggal terus ibu menangis . Aku bisa apa kalau gak nurut ?” Biarlah ibu melihat aku sebagai anaknya yang penurut walaupun aku punya alasan sendiri kurang setuju dengan perjodohan ini .

***

” Karti kenapa ngajak ketemuan di luar segala ? mas bisa datang ke rumah Karti kok !” ucap seorang pria yang duduk di depanku membuka pembicaraan kami berdua .

” Ini tentang masa depan kita tentang perjodohan ini !” jawabku singkat .

” Kamu gak setuju? Kalau bener gak , lebih baik memang perjodohan ini dibatalkan . Walau aku sudah terlanjur cinta kepadamu !”

Aku mulai meneteskan air mata yang dari tadi ku coba tahan biar tak keluar . ” Mas kamu orangnya baik sangat baik malah tak pantas kau mendapatkan wanita sepertiku , aku hanya wanita yang sudah tidak suci lagi bahkan selama ini aku selalu membohongi ibu tentang pekerjaanku , dihadapannya aku adalah anak gadisnya yang baik , tahu norma agama dan selalu jadi penurut padahal aku hanya wanita jala . . . !”

” Cukup , jangan bicara seperti itu . Aku sudah tahu semua tentang dirimu dan itu akan menjadi masa lalu yang akan kita kubur dalam -dalam . Aku mencintaimu dan karena itu aku menerima perjodohan dari orang tua kita !”

Mas Arif kemudian duduk di sampingku dan membiarkan aku bersandar di pundaknya menbuat bajunya basah karena air mataku . ” Mas Arif aku mencintaimu tapi aku takut untuk mencintaimu , aku bukanlah wanita yang pantas untuk menjadi ibu bagi anak - anakmu kelak !”

” Dengan pernyataan cintamu kepadaku itu sudah lebih dari cukup , masa lalumu adalah lembaran lama yang akan tergantikan oleh lembaran kehidupan baru yang lebih baik bersamaku !”

” Aku menceritakan semua ini agar tak ada dusta di antara kita . . . “

” Kartika aku mencintaimu !” kecupan mesra didaratkan di keningku , aku terharu akan tulus cintanya dan semoga ini akan selalu ada selamanya .

22 May 2012, Kompasiana

Tak Ada Dusta di Antara Kita

” Karti kamu benerkan mau nikah sama Arif , dia orangnya baik , sholeh dan sudah punya kerjaan gak nyesel kamu nurut sama pilihan ibu !”

” Terserah kata ibu , Karti nurut aja tapi setelah kami beneran nikah dan ndak cocok terus bercerai jangan salahin Karti . Karti cuma menurut apa kata ibu walau Karti gak cinta sama mas Arif !”

” Anakku yang satu ini jangan bicara soal cerai pamali tahu , nikah saja belum bicara soal cerai segala . Bicara soal cinta nanti ya tumbuh sendiri coba lihat bapak sama ibumu nikah gak berdasarkan cinta namun bisa lahir kamu dan sekarang ibu tetap gak nikah lagi walau bapakmu dah lama mati dan kehidupan kita selalu kekurangan !”

” Terserah kata ibulah sudah cape , aku pasti kalah kalau berdebat sama ibu , sebentar - sebentar bicara soal bapak yang sudah meninggal terus ibu menangis . Aku bisa apa kalau gak nurut ?” Biarlah ibu melihat aku sebagai anaknya yang penurut walaupun aku punya alasan sendiri kurang setuju dengan perjodohan ini .

***

” Karti kenapa ngajak ketemuan di luar segala ? mas bisa datang ke rumah Karti kok !” ucap seorang pria yang duduk di depanku membuka pembicaraan kami berdua .

” Ini tentang masa depan kita tentang perjodohan ini !” jawabku singkat .

” Kamu gak setuju? Kalau bener gak , lebih baik memang perjodohan ini dibatalkan . Walau aku sudah terlanjur cinta kepadamu !”

Aku mulai meneteskan air mata yang dari tadi ku coba tahan biar tak keluar . ” Mas kamu orangnya baik sangat baik malah tak pantas kau mendapatkan wanita sepertiku , aku hanya wanita yang sudah tidak suci lagi bahkan selama ini aku selalu membohongi ibu tentang pekerjaanku , dihadapannya aku adalah anak gadisnya yang baik , tahu norma agama dan selalu jadi penurut padahal aku hanya wanita jala . . . !”

” Cukup , jangan bicara seperti itu . Aku sudah tahu semua tentang dirimu dan itu akan menjadi masa lalu yang akan kita kubur dalam -dalam . Aku mencintaimu dan karena itu aku menerima perjodohan dari orang tua kita !”

Mas Arif kemudian duduk di sampingku dan membiarkan aku bersandar di pundaknya menbuat bajunya basah karena air mataku . ” Mas Arif aku mencintaimu tapi aku takut untuk mencintaimu , aku bukanlah wanita yang pantas untuk menjadi ibu bagi anak - anakmu kelak !”

” Dengan pernyataan cintamu kepadaku itu sudah lebih dari cukup , masa lalumu adalah lembaran lama yang akan tergantikan oleh lembaran kehidupan baru yang lebih baik bersamaku !”

” Aku menceritakan semua ini agar tak ada dusta di antara kita . . . “

” Kartika aku mencintaimu !” kecupan mesra didaratkan di keningku , aku terharu akan tulus cintanya dan semoga ini akan selalu ada selamanya .

22 May 2012, Kompasiana

Monday, 29 April 2013

Papa dan Mama

” Papa inget ngak besok hari apa?”
” Hmmmm apa ya ? Ingatan papa agak terganggu karena sebagian besar isi kepala papa hanya soal mama , jadi soal yang lain papa sering lupa !”
” Papa ngegombal terus ! Bikin pipi mama merah saja karena malu !”
” Ah mama pakai malu segala . Sekarang papa ingat besok adalah hari Minggu !”
” Minggu apa ?”
” Minggu Kliwon !”
” Bukan itu , papa gimana sih . Memang Minggu Kliwon ada apanya ?”
” Hahaha papa hanya bercanda kok . Besokkan tepat satu bulan kita pacaran !”
” Eeemmm papa bikin sebel aja !”

“. . Ttteeeett . . . . Teeettt . . . !”

Bel telah dibunyikan berarti waktu istirahat telah habis . Semua anak yang dari tadi berhamburan di luar kelas mulai kembali ke kelas masing -masing untuk meneruskan pelajaran .

” Papa papa udah bel tuh , mama masuk ke kelas dulu ya !”
” Hati -hati ya ma . Jangan lupa nanti kalau sudah sampai kelas SMS ya !”
” Papa . . .”
” Mama . . . !”

Kedua anak SMP itu pun harus berpisah karena waktu istirahat telah selesai .

http://m.kompasiana.com/post/cermin/2012/10/21/papa-mama/

Sunday, 21 April 2013

Anakku


Suara hujan masih terdengar nyata walaupun hujan telah reda beberapa saat yang lalu . Udara masih dingin mengingatkanku kejadian tadi pagi ketika hujan begitu lebatnya.

" Ayah , ayah !" teriak panik Ridwan , anak tertuaku .
" Ada apa ?" tanyaku sambil meletakkan rokok yang belum sempat aku sulut , " Pagi -pagi sudah bikin orang tua bingung !" lanjutku sambil berpura -pura marah dengan kehadiran putraku itu .

" Anu anu Ayah !"
" Anu anu apa ! Tenangkan dirimu baru ngomong pelan -pelan apa yang akan kamu bicarakan ."
" Ratih yah !"
" Iya ada apa dengan menantu Ayah ?"
" Ayah akan jadi kakek !" Ridwan terlihat tenang sehabis mengatakannya .

" Mau bilang itu saja kok bingung , alhamdulilahkan !"
" Hehehe , kalau sedang gembira Ridwan kan malah kelihatan panik , mirip . . "
" Jangan lanjutkan . Mari kita lihat cucu ayah , ingin lihat seperti apa wajah cucu pertamaku ini !"
Dalam hatiku berkata , Ridwan kau memang mirip ayahmu ini .

Rp.500 Menciptakan Negeri Baru

Terik sinar matahari tak menghalangi wanita ini untuk bekerja sebagai pengemis , pekerjaanya sebagai pengemis ? Apa mau dikata takdir sudah menghendaki demikian ,alasan yang selalu terlontar dari mulut mereka. Saat “kerja” tak lupa disertai aksesoris pelengkap agarpara dermawan menjadi iba , seorang anak kecil bahkan seorang bayi agar lebih terlihat merana . Entah anak siapa itu ? anaknya kandung atau anak sewa ? Serta pakaian yang tak layak disebut pakaian .

Setiap pelosok didatanginya demiuang tak seberapa mungkin Rp.500 yang biasa mereka dapat dalam setiap kali aksi dengan memamerkan hidup miskinnya , bahkan akan mendapatkan uang lebih ketika aksesoris tambahan , si anak terlihat merana .
” Kasihan bu , saya belum makan seharian !” mungkin cuma dapat Rp.500
” Kasihan bu , anak saya belum makan dari pagi!” mungkin dapat seribu bahkan lebih .

Dalam setiap aksi si ibu , si anak pasti ikut dan dapat dipastikan saat beranjak dewasa dia akan merasa nyaman dengan “kerja” yang demikian sebagai pengemistidak harus berusah payah.

Dengan uang Rp.500 tadi dari hasil “kerja” si ibu memberi makan anaknya dan si anak merasa nyaman saja. Secara tidaklangsung wanita tadi menciptakan generasi setelahnyamenjadi seorang pengemis ! Sedangkan dalam negeri tercinta ini ada banyak sosok ibu yang “kerja” demikian , dapat dipastikan cepat atau lambat akan tercipta generasi negeri pengemis .

Tak salah bukan suatu negeri tergantung wanitanya , mau jadi baik atau buruk karena dialah pendidik pertama anak -anak negeri .
Bila si ibu menjadi koruptorwati anaknya menjadi ?
Bila si ibu menjadi pembunuh anaknya menjadi ?
Bila si ibu menjadi si A anaknya menjadi ?

Walau tidak akan 100% menjadi seperti orang tuanya khususnya ibu , akan lebih bijak jika menjadisosok ibu yang baik .

http://m.kompasiana.com/post/catatan/2012/05/23/rp-500-menciptakan-negeri-baru/

Wednesday, 3 April 2013

Tiga Tahun

“Emak lihat , wanita disampingkuini sangat cantik bukan ? Tak akan salah anak lelakimu ini memilih seorang pendamping hidup .”
Ratih hanya tersenyum malu melihat diriku memujinya . Ratih seorang wanita berjilbab yang kelak akan menjadi ibu bagi anak-anakku , insyaallah.

Kulanjutkan perbincanganku dengan emak .
” Namanya Ratih mak , namanya sama denganmu mak dan juga cantiknya . Kau lihat senyumnya tadi mak ? Seperti senyum tulusmu dulu dan karena senyumitulah yang menbuat diriku jatuh cinta kepada Ratih .”

Ratih memegang lembut pundakku ketika tanpa sadar air mataku mulai deras mengalir . Angin sore membawa harum bunga kamboja , cahaya mataharimulai bersembunyi di kolong cakrawala .

” Kuingin emak ikut bahagia akanpernikahanku dengan Ratih di alam sana .”

Bunga mawar merah , bunga kesukaan emak kuletakkan tepat di tengah makam emak .
“Tiga tahun , tiga tahun emak telah tiada . . . !”

http://m.kompasiana.com/post/cermin/2012/10/15/tiga-tahun/

Friday, 15 March 2013

Perempuan Paling Seksi

" Lama aku memikirkannya , menurut ibu bagaimana ?"
" Oalah anak lanang ibu kok jadi memplem kaya gini. Tunjukkan kalau kau seorang lelaki !"
" Ibu malah ngawur jawabnya ." kata Yoga yang kemudian memeluk ibunya yang asik menyruput teh pahitnya ." Walau aku sudah menjadi pria dewasa tapi aku masih seorang anak dari wanita cantik ini !" lanjutnya .
" Kamu beraninya gombalin ibumu sendiri , sama perempuan yang ditaksir malah memplem . Ratih , namanya Ratihkan ? Jika kau benar -benar cinta dia mengapa tidak !"

Masih tersirat keraguan di wajah Yoga walaupun sudah mendapatkan dukungan moril dari ibunya . Yoga memandang dalam -dalam wajah perempuan yang telah melahirkannya dua puluh tujuh tahun lalu yang kini duduk disampingnya .

" Kau ragu . Takut ?" tanya perempuan tua itu dan tersenyumlembut . " Ratih seorang janda dan ibumu ini tak memperdulikanstatusnya kini , ibu percaya kamu!"

Yoga tersenyum setelah mendengar perkataan ibunya .
" Ibumu ini juga janda loh. Jika ada yang mau melamar ibu, mengapa tidak !" katanya lagi .
" Ibu tidak bisa . Sekarang anak lelakimu ini yang mau menikah !" kata Yoga yang kembali memeluk ibunya .
" Tapi ibumu ini masih laku , tubuh ibu masih seksi !"
" Ibu memang perempuan paling seksi tapi setelah. . . . . R r r r r atih!"

Sinar mentari sore makin redup . Ibu dan anak itu kemudian masukke dalam rumah kecilnya .

http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2013/02/05/2/531137/perempuan-paling-seksi.html