2. Februari
3. Maret
4. April
5. Mei
6. Juni
7. Juli
8. Agustus
9. September
10. Oktober
11. Nopember
12. Desember
Sedangkan yang bangun pagi lebih banyak berpikir deduktif seperti yang sering dilakukan pegawai negeri dan akuntan," kata Jim Horne, profesor psikofisiologi di Loughborough University seperti dilansirMedical Daily,Kamis (28/3/2013).
Untuk membandingkan kedua tipe orang ini, Horne menegaskan ada 2 perbedaan yang mencolok. Orang yang tidur lebih larut malam dan bangun siang cenderung lebih sosial dan lebih berorientasi pada manusia. Sedangkan orang yang bangun pagi cenderung lebih mengutamakan berpikir logis. selengkapnya
http://m.detik.com/health/read/2013/03/28/195415/2206662/763/orang-yang-tidur-larut-malam-dan-bangun-siang-lebih-sukses-karirnya
Akhirnya gue memberi kesimpulan kenapa ayam , hewan yang selalu bangun pagi kagak pernah sukses . Andai dia bangun agak siangan dikit dapat dipastikan dunia ini dikuasai oleh ayam -ayam . Lihat saja sendiri ayam yang bangun agak siang bisa jadi kaya semisal ayam kampus .
Anda pasti pernah dengar lagu dangdut yang berjudul "begadang" yang intinya kita kagak boleh begadang , pasti ada maksud tersembunyi dari raja dangdut kita ini ?
Coba pikir dalam lagu begadang ini seakan kita sudah melabeli bahwa begadang itu buruk , tapi bandingkan dengan uraian di atas ?
Penjelasan yang memungkinkan adalah si raja dangdut sudah lebih dahulu tahu tentang manfaat dari begadang buktinya dia sekarang sukses ngak ketulungan . Tapi memutar balikkan fakta agar para pemilih tahun 2014 memberi suaranya saat si raja nyalon jadi presiden .
Ini ada pemikiran gila gue saja masbro , hehehe
Air hujan masih terdengar di dalam ruang kerjaku , sepertinya lebat . Sepertinya hujannya lebat karena memang aku tak mau untuk melihatnya . Cukup mendengar , hanya mendengar .
Udara dingin AC serta suara hujan yang tak kunjung reda danruangan yang kosong ini . Hanya aku dan kesendirianku . Kertas putih di atas meja tetap di tempatnya semula tak berubah , ku biarkan mereka , tak ku sentuh mereka ketika awal mula kudengar suara hujan ini .
Andai . Aku mulai berandai -andai jika sekarang aku bisa kembali ke masa kecil dulu . Ketika hujan lebat aku selalu senang , kan ku buka baju dan bersama teman lainnya keluar rumah untuk main hujan .
“Jangan main hujan -hujanan!” larang ibuku , “nanti sakit !”
Ku acuhkan itu semua yang penting sekarang aku bisa bersenang -senang . Nanti ? Biarlah nanti . Andaikan aku sakit ibu akan merawatku dan keesokan harinya ketika hujan lagi aku akan bisa main hujan lagi dan ibu akan merawatku lagijika aku sakit . Begitu terus . Hingga waktu memaksaku untuk dewasa .
Ponselku berdering ada SMS masuk . Segera kubaca .
“Ini nomer baru Mama , tolong isipulsa . Segera. “
Aku tersenyum . Segera ku telepon ibu , aku kangen dia .
Tuhan menuntunku untuk selalu ingat ibu .
http://m.kompasiana.com/post/cermin/2013/02/09/tuhan-selalu-menuntunku-untuk-ingat-ibu-/
Aroma menyengat menusuk hidung .
Rasa nikmat nikotin menghipnotis diri .
Rasa tenang akan kenikmatan takpernah hilang .
Sebelum habis kenikmatan , uangsudah keluar beterbangan .
Habis uang untuk racun kenikmatan .
Membayar setiap inchi kenikmatan dengan kematian .
Murah .
Begitu murah nyawamu ?
Kau bayar pembunuh bayaran untuk membunuh dirimu sendiri .
Kenikmatan tak ingin hilang , walau nyawa akan melayang .
Kau bayar pembunuh bayaran untuk membunuh dirimu sendiri .
puisi dari Prayogo Tulus
09 April 2012
Sekitar sepuluh menit kemudian aku sudah membungkus sop iga tiga porsi pesanan wanita tadi .
Ku datangi dia yang sedang asik dengan BB nya .
”Ini mbak sop iganya lima puluh tujuh ribu ?”kataku sambil tersenyum ramah .
”Kok tiga bungkus ?”Wanita itu bingung ,”Saya kan cuma pesan satu porsi sop iga ?”lanjutnya .
”Jadi satu ya mbak ?”
”Terus ?”
”Satu saja nggak papa kok , sembilan belas ribu mbak !”jawabku .
Wanita itu kemudian menyerahkan selembar uang lima puluh ribu , kemudian ku menyerahkan uang kembalian tiga puluh satu ribu .
”Ini mbak !”
”Terima kasih !”
Wanita itu kemudian pergi .
Sop iga , sop iga tiga , sop tiga , sop sop , iga tiga , tiga tiga , iga iga , iga sop . . .
Bukan pertama kali tapi kok sering begini .
Sop iga , sop iga tiga , sop tiga , tiga tiga , iga iga , iga sop . . .
~ jatibening ,
” Yoga ini ada surat panggilan untuk orang tuamu , suruh mereka ke sini besok !”
” Memang ada apa Bu ? Kalau soal rokok saya tak akan mengulangi lagi Bu .” *masang muka memelas*
” Suruh aja mereka kemari besok!”
Karena takut akan kemarahan orang tuanya , Yoga tak kalah akal surat dari sekolah diberikan ke neneknya yang sudah agak pikun , biar aman .
Di ruang kepala sekolah .
” Ternyata yang datang nenek Yoga , silakan duduk nenek dan kamu juga Yoga .” kata Bu kepsek .
” Gak biasanya nenek dapat suratdari sekolah , memang ada apa ya Bu kepsek ?” tanya Nenek .
” Begini nek . Ini si Yoga sudah tiga kali ketahuan merokok dan tahukan nek rokok itu mengandung nikotin yang sangat berbahaya sekali dan di sekolah sini murid dan guru dilarang keras merokok .”
Tanpa tak disangka nenek Yoga malah menangis .
” Kamu Yoga *melihat Yoga* sekarang rokok sudah mengandung dan kamu masih kelas 2 SMA , entar anakmu mau dikasih makan apa , masa depanmu gimana ?”
” Bukan begitu nek . . . . !” sela Bukepsek .
” Tenang Bu kepsek , jangan potong perkataan saya . Memang cucu saya si Yoga nakal banget , gimana entar kalau putus sekolahterus cari kerja apaan ? pasti hanya punya uang sedikit , itu pun pasti untuk kehidupan si rokok dan apa yang dikandungnya !”
” Bukan begitu nek . . . ” , sela Yoga .
” Diam Yoga jangan banyak alasan , kamu masih kecil sudah berani menbuat rokok mengandung , ini situasi yang berbahaya !”
” Tapi-tapi . . . “
Sejak insiden “rokok yang mengandung” Yoga berhenti merokok .
http://m.kompasiana.com/post/humor/2012/04/21/mengandung-mau-tanggungjawab/